
TENTANG MATA AIR PANAS SIMOLAP
Destinasi ekowisata tersembunyi di tepi Taman Nasional Gunung Leuser
Kisah Simolap
Pemandian Air Panas Simolap adalah tempat alami unik yang terletak di tepi Taman Nasional Gunung Leuser di Sumatera Utara. Pemandian air panas ini telah lama dianggap sakral oleh masyarakat setempat, di mana persembahan dan doa masih dilakukan hingga saat ini. Pada tahun 2016, Agus Sitepu mengumpulkan tim yang terdiri dari keluarga dan teman-teman dari desa untuk mengembangkan lokasi tersebut untuk pariwisata lokal, dan pada saat yang sama menemukan sebuah LSM lokal bernama KPL, untuk melindungi bagian Taman Nasional Leuser ini dari kegiatan ilegal. Bersama-sama, Agus, KPL, dan sukarelawan lokal membangun jalan akses, membawa listrik dari desa terdekat, dan menciptakan kolam pemandian air panas, restoran, dan fasilitas, setelah satu setengah tahun kerja keras. Pada tahun-tahun pertama, Simolap menjadi tujuan populer bagi pengunjung lokal dan membantu menciptakan lapangan kerja bagi tim dan penduduk desa di sekitarnya.

Proyek Komunitas dan Konservasi
Pemandian Air Panas Simolap dikelola bekerja sama dengan organisasi lokal KPL (Komunitas Penyelamatan Leuser). Sejak 2016, Agus bersama keluarga, teman, dan timnya, bekerja keras setiap hari dengan penuh semangat untuk menciptakan tempat yang ideal ini. Proyek ini menggabungkan ekowisata, pengembangan komunitas, konservasi lingkungan, dan pendidikan. Lokasi ini juga memiliki kemitraan yang kuat dengan otoritas lokal, petugas taman nasional Leuser, dan LSM di seluruh dunia untuk mengembangkan ekowisata, menyambut relawan internasional, dan meningkatkan aksi konservasi.

Alam dan
Keanekaragaman hayati
Simolap dikelilingi oleh keanekaragaman hayati tropis yang kaya. Pengunjung dapat menemukan air terjun, sungai, gua, dan lanskap hutan hujan yang masih alami dari Taman Nasional dan ekosistem Leuser. Di sekitar area mata air panas, pengunjung akan menemukan pohon-pohon hutan hujan yang besar, taman, koleksi tanaman tropis, dan aliran air bambu yang mengalir dari mata air panas ke sungai. Di dekatnya, kebun dan perkebunan agroforestri mencakup pohon buah-buahan seperti durian, rambutan, manggis, dan pisang, serta rempah-rempah seperti sirih, lada, kemiri, kayu manis muda, cengkeh, dan pala.

Melindungi Hutan
dan Satwa Liar
Selain ekowisata, Simolap mendukung konservasi dan pengelolaan lahan berkelanjutan. Proyek ini mengembangkan sistem agroforestri dan perkebunan pohon sambil melindungi kawasan hutan di sekitar Taman Nasional Gunung Leuser. Pengunjung dan sukarelawan dapat berpartisipasi dalam kegiatan bermanfaat seperti pemantauan satwa liar, patroli perbatasan, dan ekspedisi hutan hujan primer, serta ikut serta dalam reboisasi, agroforestri, pendidikan lingkungan, dan inisiatif pariwisata berkelanjutan lainnya.

